BEI Lepas Gembok, Saham dan Waran MEJA Boleh Diperdagangkan Lagi Hari Ini
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) dan Waran Seri I (MEJA-W) di seluruh pasar mulai hari i...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) dan Waran Seri I (MEJA-W) di seluruh pasar mulai hari ini, Jumat (02/5/2025).
BEI menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham MEJA di pasar reguler dan pasar tunai dan Waran Seri I (MEJA-W) di seluruh pasar sejak perdagangan sesi pertama, Rabu (30/4/2025) dalam rangka cooling down.
Perdagangan saham MEJA disuspensi sehubungan dengan terjadinya penurunan harga kumulatif yang signifikan.Otoritas Bursa mengklaim bahwa, suspensi perdagangan saham MEJA sebagai bentuk perlindungan bagi investor.
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun