BTN Perluas Penyaluran Kredit Perumahan di Yogyakarta, UMKM Jadi Fokus Utama
STOCKWATCH.ID (YOGYAKARTA) โ PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau memperluas penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Langkah ini mendukung Program T...
STOCKWATCH.ID (YOGYAKARTA) โ PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau memperluas penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Langkah ini mendukung Program Tiga Juta Rumah yang digagas pemerintah. BTN melihat peluang besar seiring pertumbuhan UMKM di sektor perumahan dan sektor terkait lainnya.
Direktur Commercial Banking BTN Hermita menyatakan, Yogyakarta menawarkan potensi tinggi karena kontribusinya yang konsisten terhadap portofolio KPR Subsidi BTN, khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
โDalam dua tahun terakhir, pertumbuhan KPR subsidi di Yogyakarta terus meningkat secara konsisten. Selain itu, BTN melihat Yogyakarta memiliki potensi sinergi yang besar antara kebutuhan rumah masyarakat, dukungan pemerintah daerah, serta keberadaan banyak pengembang rumah subsidi yang aktif,โ ujar Hermita dalam Acara Sosialisasi & Akad KPP di Yogyakarta, Minggu (9/11).
Hermita menambahkan, Yogyakarta memiliki karakteristik ekonomi unik dan stabil. Sektor pendidikan, pariwisata, dan UMKM tumbuh seimbang dan saling mendukung. Penduduk muda yang terus meningkat memicu permintaan hunian terjangkau. โHal ini didukung ketersediaan lahan untuk pengembangan perumahan di wilayah sekitar kota Yogyakarta, seperti Sleman, Bantul, dan Kulonprogo,โ jelasnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat, struktur ekonomi Yogyakarta bergeser dari sektor primer ke sektor sekunder dan tersier. Pergeseran ini mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang positif. Pertumbuhan ini meningkatkan permintaan bahan bangunan, furnitur, jasa konstruksi, dan layanan perumahan lainnya yang didominasi UMKM.
- PEFINDO Turunkan Peringkat ADHI ke idBB, Pemicunya Kupon Obligasi
- BEI Buka Opsi Revisi Target IPO 2026, Ini Respons OJK
- MBMA Siapkan Rp651,68 Miliar untuk Lunasi Sukuk Jatuh Tempo Agustus 2026
- BEI Lanjutkan Suspensi WIKA Hingga Waktu yang Belum Ditentukan, Ini Penyebabnya
- Argo Pantes Raih Kontrak Sewa Gudang Rp48,14 Miliar dari United Chemicals
- MBMA Siapkan Rp651,68 Miliar untuk Lunasi Sukuk Jatuh Tempo Agustus 2026
- Laba PGEO Naik 15,48% Jadi USD79,61 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- KB Bank Siapkan Rp1,13 Triliun untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo
- PEFINDO Turunkan Peringkat ADHI ke idBB, Pemicunya Kupon Obligasi
- BEI Buka Opsi Revisi Target IPO 2026, Ini Respons OJK
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- Kabar Duka, Komisaris Independen BRMS Kanaka Puradiredja Meninggal Dunia