Buat Pengembangan Usaha, Multi Spunindo Jaya Tawarkan Saham IPO Rp300
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA), calon emiten di bidang industri nonwoven berencana mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme penawaran umum perdana...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA), calon emiten di bidang industri nonwoven berencana mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme penawaran umum perdana atau intial public offering (IPO) pada bulan Januari 2024 ini.
Dalam aksi korporasi ini, MSJA melepas sebanyak 882,352 juta saham kepada publik. Adapun jumlah saham yang ditawarkan tersebut mencapai 15% dari modal disetor MSJA setelah IPO saham. Demikian prospektus MSJA dikutip dari laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/1/2024).
Penawaran umum saham MSJA dimulai pada 3-8 Januari 2024 di harga Rp300 per unit. Dari IPO ini, MSJA akan memperoleh tambahan modal sebesar Rp264,705 miliar.
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro