Buka Suara Soal Potensi Delisting, Waskita Karya Yakin Suspensi Saham Bakal Dicabut
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) buka suara soal potensi delisting saham Perusahaan dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Ini terkait dengan pengumuman operator bursa yang di...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) buka suara soal potensi delisting saham Perusahaan dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Ini terkait dengan pengumuman operator bursa yang disampaikan melalui laman BEI pada Rabu (8/5/2024).
Dalam pernyataan resmi tersebut, BEI mengungkapkan bahwa saham WSKT berpotensi dihapus dari Bursa. Pasalnya, saham BUMN Karya itu telah digembok sejak 8 Mei 2023 lantaran belum membayar bunga dan pokok obligasi.
Berdasarkan Peraturan Bursa Efek Indonesia No. I-I, BEI berwenang untuk melakukan delisting saham jika suspensi saham sudah berlangsung selama minimal 24 bulan sejak pengumuman suspensi. Itu artinya, manajemen WSKT hanya punya waktu setahun lagi untuk membuka gembok saham Perseroan.
โSehubungan dengan hal tersebut di atas, maka dapat kami sampaikan bahwa saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk (Perseroan) telah disuspensi di Seluruh Pasar selama 12 bulan dan masa suspensi akan mencapai 24 bulan pada tanggal 8 Mei 2025,โ tulis BEI dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan, Rabu (8/5/2024).
Menanggapi hal itu, manajemen WSKT yakin bahwa suspensi saham Perseroan akan dibuka kembali setelah mendapat persetujuan terkait skema restrukturisasi oleh seluruh kreditur.
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...