Bursa Asia Ditutup Variatif, Saham Mobil dan Cip Terbang Saat Minyak Mengamuk
STOCKWATCH.ID (TOKYO) โ Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Selasa (17/3/2026). Investor merespons positif prospek pendapatan kuat Nvidia serta kemitraannya d...
STOCKWATCH.ID (TOKYO) โ Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Selasa (17/3/2026). Investor merespons positif prospek pendapatan kuat Nvidia serta kemitraannya dengan produsen mobil regional. Namun, kekhawatiran terkait pasokan minyak akibat perang Iran tetap membuat pelaku pasar waspada.
Mengutip CNBC International, saham sektor otomotif dan teknologi menguat usai Nvidia mengumumkan proyeksi pendapatan tinggi untuk cip utamanya. Samsung Electronics yang merupakan mitra lama Nvidia naik 2,76%. TSMC asal Taiwan selaku pembuat cip terbesar di dunia tumbuh 1,36%. Sebaliknya, SK Hynix justru berbalik arah dan turun 0,41%.
CEO Nvidia Jensen Huang memberikan proyeksi besar untuk masa depan produk perusahaannya. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pengembang tahunan Nvidia pada hari Senin.
"Saya memperkirakan pesanan pembelian antara cip Blackwell dan Vera Rubin mencapai USD 1 triliun hingga tahun 2027," ujar Huang.
Sektor otomotif turut mencatatkan kenaikan setelah Nvidia menjalin kerja sama pengembangan kendaraan otonom. Hyundai Motor naik 3,16%. Nissan Motor dan Isuzu masing-masing menguat lebih dari 1,19% dan 1,43%. Di China, saham Geely melonjak 4,61% dan BYD bertambah 1,18%.
- Bursa Saham Asia Pasifik Bervariasi, Indeks Kospi Anjlok 5% Usai Cetak Rekor
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Bursa Saham Asia Pasifik Bervariasi, Indeks Kospi Anjlok 5% Usai Cetak Rekor
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...