Bursa Saham Asia Tertekan, Sentimen Negatif Datang dari Tarif Balasan Trump
STOCKWATCH.ID (TOKYO) โ Bursa saham Asia-Pasifik kembali ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (1/8/2025) waktu setempat. Sentimen pasar terganggu setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump...
Di India, indeks Nifty 50 melemah 0,48%. Sedangkan BSE Sensex terkoreksi 0,34% hingga pukul 14.02 waktu setempat.
Pelemahan ini terjadi seiring kekhawatiran investor terhadap dampak lanjutan dari kebijakan dagang terbaru pemerintah AS. Tarif-tarif baru ini dinilai bisa memicu ketegangan perdagangan yang lebih luas dan mengganggu arus ekspor global.
โFakta bahwa Trump tidak mundur dan tetap menerapkan tenggat 1 Agustus, alih-alih menundanya ke 1 September, membuat sentimen pasar memburuk,โ ujar Russ Mould, Direktur Investasi di AJ Bell.
Ia menambahkan tekanan juga datang dari sektor kesehatan. โInvestor di sektor kesehatan ikut tertekan setelah Trump mengirim surat ke berbagai pimpinan perusahaan, meminta mereka menurunkan harga obat resep di AS atau menghadapi tindakan tegas,โ lanjutnya.
Di sisi lain, data ekonomi kawasan juga tidak memberi banyak angin segar. Tingkat pengangguran Jepang tetap di level 2,5% pada Juni, sesuai ekspektasi. Sementara aktivitas manufaktur di China terpantau kembali menyusut pada Juli.
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Wall Street Menguat Tajam: S&P 500 dan Dow Jones Tembus Level Tertinggi Sepanjan...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Mayoritas Bursa Asia Menghijau, Kosdaq Melonjak 5,8% dan Kospi Naik 1,62%
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...