Bursa Saham Eropa Kompak Naik, Sentimen Membaik Setelah Trump Beri Kelonggaran Tarif
STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa menguat pada penutupan perdagangan Senin (14/4/2025) waktu setempat. Kabar soal pengecualian tarif dari Amerika Serikat terhadap sejumlah produk teknologi ja...
Kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump disebut-sebut sebagai salah satu penyebab volatilitas pasar global yang tinggi belakangan ini. Dalam perkembangan terbaru akhir pekan lalu, sejumlah barang seperti ponsel, komputer, dan perangkat elektronik lainnya dikecualikan dari tarif.
Meski begitu, pengecualian ini sifatnya masih sementara. Panduan dari U.S. Customs and Border Protection menyebut ada 20 kategori produk yang dibebaskan dari tarif 125% atas impor asal China dan tarif dasar 10% dari negara lain. Tapi, tarif 20% untuk seluruh barang dari China tetap berlaku.
Trump menyatakan akan mengumumkan tarif khusus untuk impor semikonduktor dalam waktu dekat. Pernyataan ini disampaikan pada Minggu dan dilaporkan oleh NBC News.
Pasar masih menunggu kejelasan soal berapa lama pengecualian tarif ini akan berlangsung. Di sisi lain, negara-negara lain juga sedang menyusun strategi negosiasi agar tak perlu membalas dengan tarif tandingan.
Pekan lalu, Uni Eropa memutuskan menunda penerapan balasan tarif selama 90 hari untuk membuka ruang dialog dengan Amerika Serikat.
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Saratoga (SRTG) Lepas 4,87 Juta Saham Treasuri Mulai 18 Agustus 2026
- Kinerja Moncer, Laba Bersih CBDK Melonjak 225% Jadi Rp1,68 Triliun di Semester...
- IHSG Ditutup Melemah Tipis 0,03% ke Level 6.234,497, Transaksi Saham Tembus Rp14...
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten