Bursa Saham Eropa Kompak Naik, Sentimen Membaik Setelah Trump Beri Kelonggaran Tarif
STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa menguat pada penutupan perdagangan Senin (14/4/2025) waktu setempat. Kabar soal pengecualian tarif dari Amerika Serikat terhadap sejumlah produk teknologi ja...
Bacakan Artikel
Pergerakan pasar juga terlihat di mata uang dan obligasi. Nilai tukar euro naik ke level tertinggi dalam tiga tahun terakhir terhadap dolar AS.
Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik signifikan dari 3,99% menjadi 4,49% dalam sepekan. Kesenjangan (spread) antara yield obligasi AS dan obligasi Jerman tercatat melebar paling besar sejak tahun 1990.
Di tengah ketidakpastian ini, musim laporan keuangan kuartal pertama juga mulai bergulir. Para investor kini harus bersiap menghadapi lingkungan perdagangan global yang penuh ketidakpastian.
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Saratoga (SRTG) Lepas 4,87 Juta Saham Treasuri Mulai 18 Agustus 2026
- Kinerja Moncer, Laba Bersih CBDK Melonjak 225% Jadi Rp1,68 Triliun di Semester...
- IHSG Ditutup Melemah Tipis 0,03% ke Level 6.234,497, Transaksi Saham Tembus Rp14...
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten