Butuh Dana Akuisisi, Trans Power Marine Gelar Right Issue Rp406,46 Miliar
STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Manajemen PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) melakukan penawaran umum terbatas (PUT) atau right issue sebanyak 874,120 juta saham bernominal Rp100 per unit dengan hak memesan ef...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Manajemen PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) melakukan penawaran umum terbatas (PUT) atau right issue sebanyak 874,120 juta saham bernominal Rp100 per unit dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Adapun jumlah penerbitan saham baru oleh Perseroan atau right issue tersebut sekitar 25% dari saham ditempatkan dan disetor TPMA setelah PUT.
Harga pelaksanaan right issue ditetapkan sebesar Rp465 per saham sehingga perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pengangkutan laut itu berhasil mendapatkan tambahan modal sebesar Rp406,46 miliar.
Dana hasil right issue, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, seluruhnya akan digunakan untuk pembelian saham PT Bahtera Energi Samudra Tuah (โBESTโ) sebanyak 65% dari PT Patin Resources senilai US$32,5 juta. PT Bahtera Energi Samudra Tuah dan PT Patin Resources telah menandatangani perjanjian pengikatan jual beli bersyarat pada 26 April 2024. ย Kedua perusahaan tersebut di atas dikendalikan, baik secara langsung maupun tidak langsung oleh Perseroan.
Direksi TPMA dalam prospektus tambahan rencana penawaran umum terbatas (PUT) yang diumumkan, Selasa (11/6/2024) menyebutkan, right issue tersebut telah disetujui oleh pemegang saham Perseroan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) TPMA yang dilaksanakan pada 26 April 2024.
Hingga kuartal I 2024, Trans Power Marine (TPMA) membukukan pendapatan sebesar US$15,98 juta, turun 6,39% dari US$17,07 juta pada kuartal I 2023. Dari pendapatan tersebut, Perseroan meraih laba sebesar US$5,71 juta pada kuartal I 2024, tumbuh ย 17,15% jika dibanding US$4,87 juta pada kuartal I 2023.(konrad)
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%