STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) masih mengantongi dana jumbo hasil aksi korporasi. Hingga 31 Desember 2025, perusahaan memiliki sisa dana dari penawaran umum perdana saham (IPO) dan konversi waran. Total dana yang belum terpakai mencapai ratusan miliar rupiah.
Manajemen INET menyampaikan laporan resmi ini kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Muhammad Arif, Direktur Utama INET, menandatangani surat tersebut pada Kamis (15/1/2026). Laporan ini merinci realisasi penggunaan dana IPO dan Waran Seri I (INET-W).
INET memperoleh hasil bersih dari IPO sebesar Rp148,5 miliar pada Juli 2023. Perusahaan telah membelanjakan dana sebesar Rp143,59 miliar hingga akhir tahun lalu. Saat ini, sisa dana IPO tercatat sebesar Rp4,91 miliar.
Dana tersebut dialokasikan untuk modal kerja entitas anak dan operasional perusahaan. PT Pusat Fiber Indonesia telah menerima kucuran dana Rp90 miliar secara penuh. Sementara itu, PT Data Prima Solusindo menyerap Rp25,08 miliar dari rencana awal Rp30 miliar.
Modal kerja perseroan sendiri telah menggunakan dana Rp28,5 miliar. Penyerapan pada pos ini sudah mencapai 100% dari rencana. Sisa dana IPO sebesar Rp4,91 miliar kini disimpan pada instrumen perbankan.
Uang sisa tersebut terparkir aman di rekening giro pihak ketiga. Perusahaan mendapatkan tingkat bunga sebesar 1% dari simpanan itu. Langkah ini dilakukan karena penyerapan modal pada entitas anak belum maksimal.
Selain itu, INET melaporkan hasil pelaksanaan Waran Seri I (INET-W). Perusahaan meraup hasil bersih dari konversi waran sebesar Rp189,37 miliar. Seluruh dana ini dipersiapkan untuk menambah modal kerja perusahaan.
Realisasi penggunaan dana waran tercatat baru mencapai Rp65,77 miliar hingga akhir 2025. Artinya, INET masih memegang sisa dana hasil waran dalam jumlah sangat besar. Nilainya mencapai Rp123,59 miliar.
Muhammad Arif menjelaskan penyampaian laporan rutin ini bertujuan memenuhi ketentuan regulasi. Hal tersebut menjadi wujud transparansi penggunaan dana kepada para pemangku kepentingan.
“Dalam rangka pemenuhan ketentuan peraturan OJK POJK Nomor 30/POJK.04/2015 mengenai Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum, dengan ini kami sampaikan Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Pelaksanaan Penawaran Perdana Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk untuk tanggal yang berakhir sampai dengan 30 Desember 2025 sebagaimana terlampir,” ujar Muhammad Arif.
INET merupakan perusahaan penyedia jaringan fiber optic dan jasa telekomunikasi. Dana hasil aksi korporasi terus digunakan untuk memperkuat operasional bisnis secara berkelanjutan. Perseroan berkomitmen menjaga keterbukaan informasi kepada pemegang saham dan regulator.
