Dari KPEI ke BEI: Rekam Jejak Iding Pardi dan Ambisi Transformasi Pasar Modal Indonesia

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menetapkan Iding Pardi sebagai calon Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026–2030. Iding bukan orang baru dalam in...

Dari KPEI ke BEI: Rekam Jejak Iding Pardi dan Ambisi Transformasi Pasar Modal Indonesia
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menetapkan Iding Pardi sebagai calon Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026–2030. Iding bukan orang baru dalam infrastruktur pasar modal Indonesia. Ia merupakan sosok strategis yang selama ini "menjaga" keamanan transaksi di balik layar.

Pria kelahiran Majalengka, 25 Februari 1975 ini merupakan lulusan Universitas Indonesia (UI). Ia meraih gelar Sarjana Administrasi Bisnis pada 1997. Pendidikan masternya juga ia selesaikan di kampus yang sama dengan fokus pada Manajemen Risiko. Saat ini, Iding tengah menempuh program Doktoral di Fakultas Ilmu Administrasi UI.

Iding membawa bekal pengalaman kepemimpinan yang sangat kuat dari anak usaha bursa. Sejak Juni 2022, ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). Di bawah komandonya, KPEI sukses menjalankan berbagai transformasi penting, termasuk efisiensi penggunaan agunan dan kontrol risiko yang lebih transparan.

Salah satu prestasi gemilangnya adalah peran kunci dalam keberhasilan transisi siklus penyelesaian transaksi. Iding merupakan sosok di balik perubahan waktu penyelesaian transaksi dari T+3 menjadi T+2. Langkah ini membuat praktik pasar modal Indonesia sejajar dengan standar global.

Kini, Iding membawa misi besar untuk pengembangan BEI ke depan melalui visi "IDX 2.0". Ia ingin menjadikan bursa bukan sekadar penyelenggara perdagangan. Ia bertekad memperkuat infrastruktur agar bursa menjadi jangkar tata kelola pasar yang kredibel secara regional dan global.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2