Dolar AS Melemah Usai Data Inflasi Bikin Pasar Kaget!
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada penutupan perdagangan Selasa (13/5/2025) waktu setempat atau Rabu pagi (14/5/2025) WIB. Pelemahan ini terjadi setelah d...
Indeks dolar, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,80% menjadi 100,97. Euro naik tipis 0,02% ke level US$1,1186.
Pada hari sebelumnya, dolar AS sempat menguat lebih dari 1%. Optimisme terkait kesepakatan tarif antara AS dan China membuat pelaku pasar berharap ketegangan dagang bisa mereda, sehingga risiko resesi global pun menurun.
Meski sempat menguat, posisi dolar saat ini masih sekitar 3% lebih rendah dibandingkan level pada 2 April. Saat itu, Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif, yang membuat investor asing mengurangi kepemilikan mereka atas saham dan obligasi AS.
Terhadap yen Jepang, dolar stabil di level 147,47. Sebelumnya, dolar sempat melesat lebih dari 2% karena meredanya ketegangan dagang mengurangi minat pada aset safe haven.
Dolar juga turun tipis 0,04% terhadap franc Swiss ke level 0,8394, setelah sempat naik 1,6% pada Senin. Sementara itu, terhadap yuan China versi offshore, dolar tercatat flat di posisi 7,1953, usai sempat menyentuh titik terendah dalam enam bulan di 7,1779.
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- Direktur WGSH Moch Sajoang Resmi Mundur, Efektif per 31 Juli 2026
- Dividen Interim TAPG Capai Rp1,19 Triliun, Catat Jadwal Cum Dividen
- Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan...
- Komisaris AKPI Henry Liem Jual 193.500 Saham di Saat Harga Naik
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- Tower Bersama (TBIG) Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp1,25 Triliun, Kupon Tertingg...
- Kinerja KPIG Semester I 2026 Melesat, Pendapatan Naik 15,5% Ditopang Bisnis Hosp...
- Direktur WGSH Moch Sajoang Resmi Mundur, Efektif per 31 Juli 2026
- Dividen Interim TAPG Capai Rp1,19 Triliun, Catat Jadwal Cum Dividen
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten