Dolar AS Melemah Usai Data Inflasi Bikin Pasar Kaget!
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada penutupan perdagangan Selasa (13/5/2025) waktu setempat atau Rabu pagi (14/5/2025) WIB. Pelemahan ini terjadi setelah d...
Meredanya ketegangan dagang antara AS dan China membuat pelaku pasar menurunkan ekspektasi akan terjadinya resesi. Mereka juga mulai mengatur ulang proyeksi waktu dan besaran pemangkasan suku bunga oleh The Fed.
Beberapa perusahaan sekuritas besar seperti Goldman Sachs, J.P. Morgan, dan Barclays baru-baru ini memangkas prediksi resesi AS dan memperbarui perkiraan pelonggaran kebijakan moneter.
Pemangkasan suku bunga minimal 25 basis poin kini diperkirakan akan terjadi pada rapat The Fed bulan September. Sebelumnya, pasar memperkirakan pemangkasan bisa terjadi lebih cepat, yakni pada Juli. Menurut data LSEG, sekitar 51 basis poin pemangkasan suku bunga kini telah diperhitungkan untuk tahun 2025.
Poundsterling Inggris juga ikut menguat tipis 0,02% ke level US$1,3306.
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- Direktur WGSH Moch Sajoang Resmi Mundur, Efektif per 31 Juli 2026
- Dividen Interim TAPG Capai Rp1,19 Triliun, Catat Jadwal Cum Dividen
- Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan...
- Komisaris AKPI Henry Liem Jual 193.500 Saham di Saat Harga Naik
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- Tower Bersama (TBIG) Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp1,25 Triliun, Kupon Tertingg...
- Kinerja KPIG Semester I 2026 Melesat, Pendapatan Naik 15,5% Ditopang Bisnis Hosp...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten