Dolar Loyo, Pasar Waspada soal Ekonomi dan Negosiasi AS dengan Jepang
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) โ Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada penutupan perdagangan Selasa (20/5/2025) waktu setempat atau Rabu pagi (21/5/2025) WIB. Penurunan ini dipicu ol...
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) โ Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada penutupan perdagangan Selasa (20/5/2025) waktu setempat atau Rabu pagi (21/5/2025) WIB. Penurunan ini dipicu oleh sikap hati-hati Federal Reserve terhadap kondisi ekonomi serta sorotan pasar pada pembicaraan mendatang antara AS dan Jepang yang diperkirakan akan menyinggung isu nilai tukar dan volatilitas mata uang.
Mengutip CNBC International, pada perdagangan pagi waktu New York, dolar AS turun terhadap yen Jepang. Mata uang Negeri Paman Sam sempat menyentuh level terendah dalam dua minggu di posisi 144,095 yen, sebelum akhirnya melemah 0,2% ke level 144,50 yen. Dolar tercatat turun dalam lima dari enam sesi terakhir.
Kepala strategi mata uang UBS di New York, Vassili Serebriakov, menjelaskan bahwa penurunan ini masih berkaitan dengan penurunan peringkat utang AS oleh Moodyโs pada Jumat lalu. โPenurunan peringkat Moodyโs menjadi pemicu awal yang mendorong imbal hasil naik dan dolar melemah. Sekarang imbal hasil sudah turun dari level puncaknya, tapi dolar tetap lemah,โ katanya.
Ia menambahkan kondisi ini mencerminkan kecenderungan pasar untuk menjual dolar. โSaya rasa bias itu belum berubah,โ ujarnya.
Peringatan dari pejabat Federal Reserve tentang dampak penurunan peringkat kredit pemerintah dan ketidakpastian ekonomi juga ikut membebani dolar. Namun, pejabat The Fed yang dijadwalkan berbicara pada Selasa ini diperkirakan tidak akan membawa pandangan baru yang signifikan.
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro