Dolar Loyo, Pasar Waspada soal Ekonomi dan Negosiasi AS dengan Jepang
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) โ Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada penutupan perdagangan Selasa (20/5/2025) waktu setempat atau Rabu pagi (21/5/2025) WIB. Penurunan ini dipicu ol...
Di sisi lain, perhatian pasar juga tertuju pada pertemuan antara Menteri Keuangan Jepang Katsunobu Kato dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent. Pertemuan ini akan berlangsung di sela-sela agenda pertemuan para pemimpin keuangan G7 di Kanada.
Kato mengatakan bahwa pertemuan tersebut akan berfokus pada pandangan bersama mengenai pentingnya menghindari volatilitas mata uang yang berlebihan. โDiskusi soal perdagangan kemungkinan akan menyertakan isu mata uang, yang bila terjadi akan berdampak negatif pada dolar karena AS menginginkan dolar yang lebih lemah terhadap mata uang Asia,โ jelas Chris Turner, Kepala Strategi FX di ING.
Sementara itu, dolar Australia tertekan cukup tajam terhadap dolar AS. Hal ini terjadi setelah Bank Sentral Australia memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin dan memberikan sinyal terbuka untuk pelonggaran lebih lanjut dalam waktu dekat. Dolar Australia terakhir tercatat turun 0,9% menjadi US$0,6401.
Mata uang yuan Tiongkok juga melemah terhadap dolar AS. Pelemahan ini terjadi setelah pemerintah Tiongkok memangkas suku bunga pinjaman utama, sementara permintaan dolar dari sektor korporasi dalam negeri masih tinggi menjelang musim pembayaran kewajiban.
Pasar masih diliputi kekhawatiran terhadap prospek ekonomi AS. Presiden Federal Reserve Atlanta, Raphael Bostic, mengatakan kepada CNBC bahwa The Fed mungkin hanya mampu memangkas suku bunga sebesar seperempat poin sepanjang sisa tahun ini karena inflasi yang terus meningkat, dipicu oleh tarif yang lebih tinggi.
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...