Dolar Menguat! Ancaman Tarif Trump Nggak Ngefek, Pasar Tunggu Data Inflasi AS
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) โ Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada penutupan perdagangan Senin (14/7/2025) waktu setempat atau Selasa pagi (15/7/2025) WIB. Penguatan ini terjadi meski Pr...
Sementara itu, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan inflasi kemungkinan naik musim panas ini akibat tarif. Hal ini membuat bank sentral AS diperkirakan belum akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.
Investor kini menunggu data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk Juni. Survei Reuters memperkirakan inflasi utama naik ke 2,7% dari 2,4% bulan sebelumnya. Inflasi inti diperkirakan meningkat ke 3,0% dari 2,8%.
Trader kontrak berjangka The Fed saat ini memperkirakan ada pemangkasan suku bunga sebesar 50 basis poin hingga akhir tahun, dengan pemangkasan pertama diperkirakan terjadi pada September.
Pasar juga mengamati kondisi fiskal dan utang AS, serta spekulasi soal kemungkinan Trump mengganti Powell, yang ia kritik karena menunda pemangkasan suku bunga dan terkait anggaran renovasi gedung The Fed.
Trump juga kembali menekan Rusia dengan ancaman sanksi tambahan jika tidak ada kesepakatan damai dalam 50 hari ke depan. Ia menyampaikan hal itu bersamaan dengan pengumuman pengiriman senjata baru untuk Ukraina.
- OJK Ungkap Transaksi Aset Kripto Juni 2026 Naik 24,20% Jadi Rp28,58 Triliun, Aku...
- OJK Ungkap Kredit Perbankan Capai Rp9.081 Triliun, Pengawasan Judi Online Makin...
- OJK Ungkap Kinerja Pasar Modal Juli 2026, IHSG Menguat 10,51%, Jumlah Investor T...
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- MBMA Siapkan Rp651,68 Miliar untuk Lunasi Sukuk Jatuh Tempo Agustus 2026
- Laba PGEO Naik 15,48% Jadi USD79,61 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- KB Bank Siapkan Rp1,13 Triliun untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo
- OJK Ungkap Transaksi Aset Kripto Juni 2026 Naik 24,20% Jadi Rp28,58 Triliun, Aku...
- OJK Ungkap Kredit Perbankan Capai Rp9.081 Triliun, Pengawasan Judi Online Makin...