Dua Saham Ini Naik Tak Wajar, BEI Keluarkan Peringatan!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan adanya aktivitas perdagangan yang tidak biasa atau Unusual Market Activity (UMA) pada dua saham. Saham yang masuk dalam pengawasan i...
Sementara itu, untuk HBAT, pengumuman UMA disampaikan setelah harga saham mengalami peningkatan signifikan. Terakhir, perusahaan menyampaikan laporan keuangan interim yang tidak diaudit pada 25 Juli 2025.
Menanggapi fenomena ini, BEI meminta investor agar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Ada empat hal yang perlu diperhatikan.
Pertama, investor diimbau memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi dari Bursa. Kedua, mencermati kinerja perusahaan dan keterbukaan informasi yang disampaikan ke publik.
Ketiga, mengkaji kembali rencana aksi korporasi yang belum mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dan keempat, mempertimbangkan berbagai kemungkinan risiko yang bisa terjadi di kemudian hari.
Harga Saham
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...