GoTo Blak-blakan Soal Status Nadiem Makarim, Transaksi Saham, dan Riwayat Investasi Google
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhirnya buka suara terkait dinamika perusahaan belakangan ini. Langkah ini merespons perhatian publik terhadap proses hukum pen...
Selanjutnya pada Oktober 2021, GoTo membeli saham PT Dompet Karya Anak Bangsa (DKAB) dari beberapa investor, termasuk Google. Langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi menjelang penawaran umum perdana saham atau IPO. Para investor kemudian menggunakan dana hasil penjualan untuk membeli saham baru GoTo.
Restrukturisasi juga terjadi di internal perusahaan operasi. Pada 2015, GoTo membentuk PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (PT AKAB) dengan status Penanaman Modal Asing (PMA). Entitas ini menaungi aplikasi dan teknologi. Sementara PT Gojek Indonesia (PT GI) tetap fokus pada operasional mitra pengemudi.
Menjelang IPO 2021, PT AKAB perlu memegang kendali penuh atas PT GI. PT AKAB kemudian mengambil alih saham baru terbitan PT GI. Dana dari penerbitan saham baru ini mengalir khusus untuk melunasi utang operasional PT GI sebesar Rp809 miliar kepada PT AKAB. Setelah IPO, status perusahaan kembali berubah menjadi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Tidak ada pemegang saham yang menerima uang dari transaksi internal ini. Nadiem juga tidak mendapat sepeser pun hasil dari proses transaksi antarperusahaan tersebut.
Inovasi GoTo selalu sejalan dengan transparansi dan tata kelola perusahaan yang kuat. Ekosistem digital ini terus berupaya menciptakan dampak positif bagi pelanggan, mitra pengemudi, dan mitra usaha.
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun
- WEGE Rugi Rp89,89 Miliar pada Semester I 2026, Pendapatan Anjlok 55%