Bos GOTO Buka Suara soal Kebijakan Komisi 8% Presiden Prabowo
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) memberikan respons resmi terkait kebijakan terbaru Presiden Prabowo Subianto yang menurunkan potongan komisi aplikator transportasi daring menj...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) memberikan respons resmi terkait kebijakan terbaru Presiden Prabowo Subianto yang menurunkan potongan komisi aplikator transportasi daring menjadi maksimal 8%.
Direktur Utama GOTO, Hans Patuwo, menegaskan perseroan akan mematuhi seluruh peraturan pemerintah, termasuk kebijakan baru yang bertujuan melindungi pekerja transportasi online. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026.
"Saat ini kami akan melakukan pengkajian untuk memahami detail, implikasi, dan penyesuaian yang diperlukan," ujar Hans dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (3/5/2026).
Manajemen GOTO berkomitmen menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah dan otoritas terkait. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ekosistem Gojek tetap memberikan manfaat berkelanjutan bagi mitra pengemudi dan pelanggan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kebijakan tersebut dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional pada 1 Mei 2026. Dalam kesempatan itu, Presiden menetapkan potongan komisi aplikator harus berada di bawah 10% dan secara efektif dibatasi maksimal 8%.
- Disorot BEI Soal Volatilitas Saham, Ini Jawaban Resmi Manajemen MAIN
- Direktur TOTL Jual 750 Ribu Saham di Harga Rp1.160, Porsi Kepemilikan Susut
- Panorama (PANR) Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I 2026, Naik 16%
- Saham ALKA Masuk Daftar HSC BEI, 98,21% Dikuasai Sejumlah Pemegang Saham
- SSIA Balik Untung Rp262,6 Miliar di Semester I 2026, Pendapatan Melesat 58,4%
- Disorot BEI Soal Volatilitas Saham, Ini Jawaban Resmi Manajemen MAIN
- Direktur TOTL Jual 750 Ribu Saham di Harga Rp1.160, Porsi Kepemilikan Susut
- Saham ALKA Masuk Daftar HSC BEI, 98,21% Dikuasai Sejumlah Pemegang Saham
- Panorama (PANR) Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I 2026, Naik 16%
- SSIA Balik Untung Rp262,6 Miliar di Semester I 2026, Pendapatan Melesat 58,4%
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...