Harga Emas Melejit 26%, Cetak Kinerja Terbaik Sejak 2010!
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia menutup tahun 2024 dengan performa luar biasa. Sepanjang tahun lalu, logam mulia tersebut naik lebih dari 26%, menjadi kenaikan tahunan tertinggi sejak 2010....
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia menutup tahun 2024 dengan performa luar biasa. Sepanjang tahun lalu, logam mulia tersebut naik lebih dari 26%, menjadi kenaikan tahunan tertinggi sejak 2010.
Mengutip CNBC International, pada penutupan perdagangan terakhir, Selasa (31/12/2024) waktu setempat atau Rabu pagi (1/1/2025) WIB, harga emas spot naik 0,7% ke US$2.622,85 per ounce. Emas berjangka AS juga menguat 0,8% ke US$2.638,10 per ounce.
Lonjakan harga emas didorong oleh tingginya permintaan sebagai aset safe haven, pembelian besar-besaran oleh bank sentral, serta pelonggaran kebijakan moneter di berbagai negara. Puncaknya, emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$2.790,15 per ounce pada 31 Oktober.
Namun, analis mengingatkan tantangan di tahun depan. “Kemenangan Donald Trump sebagai Presiden AS bisa memicu inflasi dan memperlambat penurunan suku bunga The Fed,” ujar Nicky Shiels, kepala strategi logam di MKS PAMP SA.
Bank sentral diperkirakan masih akan membeli emas, meski lebih selektif. Ancaman tarif Trump terhadap negara-negara yang aktif mendolarisasi menjadi salah satu alasan utama.
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Sesi I Melemah 0,03% ke 6.234,293, AMMN Menguat, BBCA dan BMRI Tertekan
- BEI Soroti Volatilitas Saham NICK, Manajemen Beri Klarifikasi
- Nasabah Mandiri Sekuritas Tembus 1,48 Juta, Growin’ di Livin’ Jadi Motor Pertumb...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...