Harga Emas Meroket! Ketidakpastian Global Jadi Pemicu Utama
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia mencatat lonjakan signifikan pada penutupan perdagangan Kamis (26/12/2024) waktu setempat atau Jumat pagi (27/12/2024) WIB. Kenaikan ini menarik perhatian in...
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia mencatat lonjakan signifikan pada penutupan perdagangan Kamis (26/12/2024) waktu setempat atau Jumat pagi (27/12/2024) WIB. Kenaikan ini menarik perhatian investor. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, emas kembali dipandang sebagai aset aman yang banyak diandalkan.
Mengutip CNBC International, harga emas spot naik 0,8% menjadi US$2.634,39 per ounce, sementara emas berjangka AS menguat 0,7% ke US$2.654,60 per ounce. Kenaikan ini dipicu oleh ketegangan geopolitik, termasuk serangan Rusia terhadap infrastruktur listrik Ukraina. "Ketegangan seperti ini biasanya meningkatkan permintaan emas sebagai aset aman," ujar Daniel Pavilonis, analis senior di RJO Futures.
Permintaan emas juga diperkuat oleh langkah Presiden Joe Biden yang mempercepat pengiriman senjata ke Ukraina. Situasi ini menambah daya tarik emas di tengah kerusakan infrastruktur energi Ukraina akibat serangan Rusia pada hari Natal.
Selain itu, tekanan inflasi global membuat emas tetap menjadi pilihan utama, terutama oleh bank sentral. Pavilonis memprediksi harga emas tahun depan bisa mencapai US$3.000. "Inflasi akan meningkatkan permintaan di sektor ritel," tambahnya.
Sepanjang tahun ini, emas mencatat kenaikan 28%, dengan rekor tertinggi di US$2.790,15 pada 31 Oktober. Meskipun kenaikan suku bunga menjadi tantangan, emas tetap menjadi pelindung utama terhadap inflasi dan ketidakstabilan politik.
- Kinerja Moncer, Laba Bersih CBDK Melonjak 225% Jadi Rp1,68 Triliun di Semester...
- IHSG Ditutup Melemah Tipis 0,03% ke Level 6.234,497, Transaksi Saham Tembus Rp14...
- PANI Cetak Rekor Laba Rp1,7 Triliun, Melonjak 484% di Semester I 2026
- Transformasi Digital dan AI Bawa Laba Bank Neo Commerce Naik ke Rp294,85 Miliar...
- Kinerja HRTA Melesat pada Semester I2026, Penjualan Emas Tercatat 13 Ton
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Kinerja Moncer, Laba Bersih CBDK Melonjak 225% Jadi Rp1,68 Triliun di Semester...
- IHSG Ditutup Melemah Tipis 0,03% ke Level 6.234,497, Transaksi Saham Tembus Rp14...
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten