Harga Emas Merosot! Data Tenaga Kerja AS Tekan Pasar
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia merosot pada penutupan perdagangan Senin (13/1/2025) waktu setempat atau Selasa pagi (14/1/2025) WIB, setelah dolar AS menguat tajam. Mata uang ini mencapai...
Investor kini menantikan data ekonomi penting, seperti inflasi (CPI), klaim pengangguran mingguan, dan penjualan ritel, yang akan dirilis pekan ini. Data ini akan menjadi petunjuk tentang arah kebijakan Federal Reserve selanjutnya.
Fawad Razaqzada, analis City Index dan FOREX.com, menyebutkan jika inflasi menunjukkan kenaikan yang terus-menerus, kemungkinan besar ekspektasi pemotongan suku bunga pada paruh pertama tahun ini akan hilang.
Saat ini, pasar memperkirakan pemotongan suku bunga hanya sebesar 25 basis poin pada tahun ini, turun dari perkiraan 40 basis poin pekan lalu.
Suku bunga yang lebih tinggi membuat emas, yang tidak memberikan imbal hasil, menjadi kurang menarik bagi investor. Hal ini turut menambah tekanan pada harga emas.
Di pasar logam lainnya, perak spot jatuh 2,6% ke US$29,60 per ons. Platinum turun 1,5% ke US$950,65, dan paladium melemah 0,8% menjadi US$939,99.
- 1
- 2
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- Direktur WGSH Moch Sajoang Resmi Mundur, Efektif per 31 Juli 2026
- Dividen Interim TAPG Capai Rp1,19 Triliun, Catat Jadwal Cum Dividen
- Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan...
- Komisaris AKPI Henry Liem Jual 193.500 Saham di Saat Harga Naik
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Direktur WGSH Moch Sajoang Resmi Mundur, Efektif per 31 Juli 2026
- Dividen Interim TAPG Capai Rp1,19 Triliun, Catat Jadwal Cum Dividen
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten