Harga Minyak Dunia Ambles Lebih dari 3%, Gara-Gara Perang Dagang AS-China Makin Panas
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak mentah dunia turun tajam pada akhir perdagangan Kamis (10/4/2025) waktu setempat atau Jumat pagi (11/4/2025) WIB. Penurunan ini terjadi karena kekhawatiran terha...
Harga WTI sempat naik 13% dari titik terendah sebelum akhirnya ditutup di US$62,35 per barel pada Rabu.
Namun, euforia pasar langsung mereda setelah Trump memutuskan menaikkan tarif impor terhadap China menjadi 145%.
Langkah tersebut memicu kekhawatiran baru di pasar, mengingat China adalah negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia sekaligus importir minyak mentah terbesar secara global.
"Tarif untuk China sekarang lebih tinggi — itu masih cukup signifikan," ujar Jim Burkhard, Kepala Riset Pasar Minyak di S&P Global Commodity Insights.
Ia juga mempertanyakan kemampuan AS dalam mengelola negosiasi dagang dengan banyak negara sekaligus.
- IHSG Ditutup Melemah Tipis 0,03% ke Level 6.234,497, Transaksi Saham Tembus Rp14...
- PANI Cetak Rekor Laba Rp1,7 Triliun, Melonjak 484% di Semester I 2026
- Transformasi Digital dan AI Bawa Laba Bank Neo Commerce Naik ke Rp294,85 Miliar...
- Kinerja HRTA Melesat pada Semester I2026, Penjualan Emas Tercatat 13 Ton
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- IHSG Ditutup Melemah Tipis 0,03% ke Level 6.234,497, Transaksi Saham Tembus Rp14...
- PANI Cetak Rekor Laba Rp1,7 Triliun, Melonjak 484% di Semester I 2026
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten