Harga Minyak Dunia Melejit 2%! Sanksi untuk Rusia dan Iran Jadi Pemicu Kenaikan Tajam
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak dunia mencatatkan lonjakan signifikan pada penutupan perdagangan Jumat (13/12/2024) waktu setempat atau Sabtu pagi (14/12/2024) WIB. Minyak Brent dan WTI masing-...
Namun, IEA juga memperkirakan surplus pasokan minyak pada tahun depan. Negara-negara non-OPEC+ seperti Argentina, Brasil, Kanada, Guyana, dan AS diperkirakan akan meningkatkan pasokan minyak sebesar 1,5 juta barel per hari.
Sementara itu, OPEC+ berencana mempertahankan kebijakan pasokan ketat. Uni Emirat Arab, salah satu anggota OPEC, bahkan berencana mengurangi pengiriman minyak pada awal tahun depan.
Di sisi lain, investor berharap The Fed akan memangkas suku bunga AS minggu depan. Klaim pengangguran AS yang meningkat tak terduga semakin memperkuat spekulasi bahwa Fed akan mengambil langkah pelonggaran moneter.
Di Eropa, beberapa pembuat kebijakan ECB juga mendukung pemotongan suku bunga lebih lanjut jika inflasi dapat mencapai target 2%. Pemotongan ini diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan permintaan minyak di kawasan tersebut.
- Komisaris AKPI Henry Liem Jual 193.500 Saham di Saat Harga Naik
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Sesi I Melemah 0,03% ke 6.234,293, AMMN Menguat, BBCA dan BMRI Tertekan
- BEI Soroti Volatilitas Saham NICK, Manajemen Beri Klarifikasi
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Komisaris AKPI Henry Liem Jual 193.500 Saham di Saat Harga Naik
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...