Harga Minyak Dunia Turun, The Fed Bilang Ekonomi Makin Nggak Pasti
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak mentah dunia kembali melemah pada penutupan perdagangan Rabu (7/5/2025) waktu setempat atau Kamis pagi (8/7/2025) WIB. Sentimen pasar tertekan setelah The Federa...
Harga minyak juga terbebani oleh kekhawatiran kelebihan pasokan setelah OPEC+ mempercepat peningkatan produksi. Pasokan yang makin banyak ini dikhawatirkan tidak sejalan dengan permintaan yang lesu akibat perang dagang dan ketidakpastian global.
Pasar kini menanti hasil pembicaraan dagang antara Amerika Serikat dan China yang dijadwalkan berlangsung di Swiss akhir pekan ini. Pertemuan ini diharapkan bisa menjadi langkah awal meredakan perang dagang yang selama ini mengganggu ekonomi global.
Namun, harapan pasar belum tinggi. “Meski pertemuan ini bisa jadi sinyal mencairnya hubungan, harapan untuk tercapai terobosan masih rendah,” kata Thiago Duarte, analis pasar dari Axi. “Kecuali Amerika Serikat mendapatkan konsesi dagang besar, kecil kemungkinan akan ada pelonggaran ketegangan lebih lanjut,” ujarnya.
Di sisi lain, laporan dari Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS turun 2 juta barel menjadi 438,4 juta barel pekan lalu. Angka ini lebih besar dari perkiraan analis dalam survei Reuters yang memperkirakan penurunan hanya 833.000 barel.
Sayangnya, stok bensin justru naik. Hal ini membuat analis cemas menjelang musim libur panjang yang biasanya mendorong konsumsi bahan bakar.
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Sesi I Melemah 0,03% ke 6.234,293, AMMN Menguat, BBCA dan BMRI Tertekan
- BEI Soroti Volatilitas Saham NICK, Manajemen Beri Klarifikasi
- Nasabah Mandiri Sekuritas Tembus 1,48 Juta, Growin’ di Livin’ Jadi Motor Pertumb...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...