Harga Minyak Dunia Turun Usai IEA Pangkas Proyeksi Permintaan
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak mentah dunia turun pada penutupan perdagangan Selasa (15/4/2025) waktu setempat atau Rabu pagi (16/4/2025) WIB. Penurunan ini terjadi setelah Badan Energi Intern...
Bank UBS dari Swiss juga menurunkan proyeksi harga minyak Brent sebesar US$12 menjadi US$68 per barel. Analis UBS Giovanni Staunovo menyebutkan, “Jika perang dagang makin parah, skenario risiko terburuk kami, seperti resesi mendalam di AS dan perlambatan tajam di China, bisa membuat Brent diperdagangkan di kisaran US$40–US$60 per barel dalam beberapa bulan ke depan.”
BNP Paribas juga ikut memangkas proyeksi harga rata-rata minyak untuk tahun ini dan tahun depan. Dari sebelumnya US$65 per barel, kini direvisi menjadi US$58 per barel.
Meski demikian, pelemahan harga minyak tidak terlalu dalam karena mendapat sedikit dukungan dari komentar Presiden AS Donald Trump. Ia mengisyaratkan akan memberi keringanan terhadap tarif 25% atas impor mobil dari Meksiko dan negara lain. Pernyataan itu memberi harapan bagi pasar atas kemungkinan pelonggaran ketegangan dagang.
Selain itu, Menteri Energi AS Chris Wright menyebut pada Jumat lalu bahwa Amerika Serikat bisa menghentikan ekspor minyak Iran sebagai bagian dari tekanan terhadap program nuklir negara tersebut.
Sementara itu, data dari China menunjukkan impor minyak mentah negeri itu pada bulan Maret naik hampir 5% dibandingkan tahun lalu. Kenaikan itu sebagian besar dipicu oleh meningkatnya pasokan minyak dari Iran.
- 1
- 2
- Kinerja HRTA Melesat pada Semester I2026, Penjualan Emas Tercatat 13 Ton
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- Direktur WGSH Moch Sajoang Resmi Mundur, Efektif per 31 Juli 2026
- Dividen Interim TAPG Capai Rp1,19 Triliun, Catat Jadwal Cum Dividen
- Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Kinerja HRTA Melesat pada Semester I2026, Penjualan Emas Tercatat 13 Ton
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten