Harga Minyak Naik Tipis karena Dolar Melemah tapi Ada Ancaman Baru yang Mengintai
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak mentah dunia bergerak naik tipis pada penutupan perdagangan Rabu(12/3/2025) waktu setempat atau Kamis pagi (13/3/2025) WIB. Kenaikan ini didukung pelemahan dolar...
Di sisi lain, pasar saham AS kembali mengalami tekanan. Investor masih khawatir dengan tarif impor yang lebih tinggi dan penurunan sentimen konsumen, yang bisa berdampak pada permintaan minyak global.
Kebijakan proteksionisme Presiden AS Donald Trump terus mengguncang pasar global. Ia sempat memberlakukan dan kemudian menunda tarif pada Kanada dan Meksiko, sementara tarif untuk China terus dinaikkan, yang memicu langkah balasan.
Trump juga mengisyaratkan kemungkinan adanya "periode transisi" dalam perekonomian AS. Namun, ia tidak menutup kemungkinan terjadinya resesi.
Dari sisi suplai, produksi minyak mentah AS diprediksi akan mencetak rekor lebih besar tahun ini dibanding perkiraan sebelumnya. Badan Informasi Energi AS (EIA) memperkirakan produksi akan mencapai rata-rata 13,61 juta barel per hari pada 2025.
Investor kini menanti rilis data inflasi AS yang dijadwalkan Rabu untuk mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga. Mereka juga mencermati rencana OPEC+ yang berencana meningkatkan produksi mulai April.
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Saratoga (SRTG) Lepas 4,87 Juta Saham Treasuri Mulai 18 Agustus 2026
- Kinerja Moncer, Laba Bersih CBDK Melonjak 225% Jadi Rp1,68 Triliun di Semester...
- IHSG Ditutup Melemah Tipis 0,03% ke Level 6.234,497, Transaksi Saham Tembus Rp14...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten