Harga Minyak Terjun Bebas! Sanksi Baru AS dan Stok yang Menipis Jadi Pemicu
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak mentah dunia kembali melemah pada penutupan perdagangan Kamis (16/1/2025) waktu setempat atau Jumat pagi (17/1/2025) WIB. Sebelumnya, harga minyak sempat mencapa...
Sementara itu, berita gencatan senjata antara Israel dan Hamas turut menekan harga minyak. Kesepakatan ini mencakup pertukaran tahanan dan bisa meredakan ketegangan geopolitik.
Dari sisi permintaan, aktivitas perjalanan global naik 1,2 juta barel per hari dalam dua pekan pertama 2025 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski begitu, angka ini masih di bawah ekspektasi. JPMorgan memprediksi permintaan minyak akan tumbuh 1,4 juta barel per hari, terutama dari India dan China.
Faktor lain yang menjadi sorotan adalah kemungkinan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve AS. Inflasi inti yang melambat bisa mendorong kebijakan yang mendukung konsumsi energi.
- 1
- 2
- IHSG Ditutup Melemah Tipis 0,03% ke Level 6.234,497, Transaksi Saham Tembus Rp14...
- PANI Cetak Rekor Laba Rp1,7 Triliun, Melonjak 484% di Semester I 2026
- Transformasi Digital dan AI Bawa Laba Bank Neo Commerce Naik ke Rp294,85 Miliar...
- Kinerja HRTA Melesat pada Semester I2026, Penjualan Emas Tercatat 13 Ton
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- IHSG Ditutup Melemah Tipis 0,03% ke Level 6.234,497, Transaksi Saham Tembus Rp14...
- PANI Cetak Rekor Laba Rp1,7 Triliun, Melonjak 484% di Semester I 2026
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten