Harga Minyak Terjun Bebas! Sanksi Baru AS dan Stok yang Menipis Jadi Pemicu
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak mentah dunia kembali melemah pada penutupan perdagangan Kamis (16/1/2025) waktu setempat atau Jumat pagi (17/1/2025) WIB. Sebelumnya, harga minyak sempat mencapa...
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak mentah dunia kembali melemah pada penutupan perdagangan Kamis (16/1/2025) waktu setempat atau Jumat pagi (17/1/2025) WIB. Sebelumnya, harga minyak sempat mencapai level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Penurunan harga ini dipengaruhi oleh dua faktor utama. Pertama, sanksi baru yang diumumkan Presiden AS, Joe Biden, terhadap Rusia. Kedua, laporan yang menunjukkan stok minyak mentah AS anjlok lebih besar dari perkiraan.
Mengutip CNBC International, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi US$1,36 atau 1,7%, menjadi US$78,68 per barel, di New York Mercantile Exchange. Sebelumnya, WTI sempat melonjak 3,3%, mencapai level tertinggi sejak 19 Juli.
Adapun harga minyak mentah berjangka Brent tercatat melemah 74 sen atau 0,9% ke level US$81,29 per barel, di London ICE Futures Exchange. Sebelumnya, Brent sempat naik 2,6%, menyentuh level tertinggi sejak 26 Juli.
Sanksi baru AS terhadap Rusia menyasar industri militer dan jaringan penghindaran sanksi. "Langkah ini untuk memperkuat tekanan ekonomi terhadap Rusia," ujar seorang pejabat Gedung Putih. Dampaknya, pembeli utama minyak Rusia harus mencari pemasok alternatif, dan biaya pengiriman meningkat.
Di sisi lain, laporan Administrasi Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan stok minyak mentah AS turun 2 juta barel pekan lalu. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan prediksi analis yang hanya memproyeksikan penurunan 992.000 barel. Penurunan ini didorong ekspor yang melonjak dan impor yang menurun.
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Saratoga (SRTG) Lepas 4,87 Juta Saham Treasuri Mulai 18 Agustus 2026
- Kinerja Moncer, Laba Bersih CBDK Melonjak 225% Jadi Rp1,68 Triliun di Semester...
- IHSG Ditutup Melemah Tipis 0,03% ke Level 6.234,497, Transaksi Saham Tembus Rp14...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten