IHSG Berpotensi Rebound ke 7.350, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ BULL, CDIA hingga TOBA!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak menguat (rebound) pada perdagangan Senin, 27 April 2026. Pergerakan IHSG diperkirakan ber...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak menguat (rebound) pada perdagangan Senin, 27 April 2026. Pergerakan IHSG diperkirakan berada di rentang 7.000 hingga 7.350.
Proyeksi tersebut disampaikan Retail Research & Investment Bahana Sekuritas, Dimas Wahyu Putra Pratama, CTA, dalam risetnya hari ini. Ia menilai IHSG memiliki peluang untuk berbalik arah setelah mengalami tekanan cukup dalam.
“Diperkirakan hari ini Senin (27/4), IHSG berpotensi menguat (Rebound) dengan range 7.000-7.350,” ujar Dimas.
Sejumlah sektor dinilai menarik untuk dicermati pelaku pasar hari ini. Sektor tersebut mencakup IDXTECH, IDXFIN, IDXNCYC, IDXPROP, IDXINFRA, IDXTRANS, dan IDXBASIC.
Pada perdagangan Jumat (24/4/2026), IHSG ditutup anjlok 249,116 poin atau ambruk 3,38% ke level 7.129,490. Angka ini turun signifikan dari penutupan Kamis (23/4/2026) di level 7.378,606. Sepanjang hari, indeks dibuka melemah pada posisi 7.378,072.
Pelemahan ini dipicu aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp2.002 miliar. Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi pemberat utama indeks. Saham BBCA terkoreksi 5,84%, DSSA anjlok 10,22%, BBRI turun 2,85%, BREN melandai 6,29%, dan BMRI melemah 2,81%.
Kondisi pasar global memberikan sentimen beragam. Bursa Wall Street ditutup menguat didorong penguatan saham teknologi semikonduktor. Pelaku pasar juga merespons positif harapan kesepakatan damai antara AS-Iran.
Namun, bursa Asia mayoritas ditutup melemah. Ketidakpastian konflik di TimurTengah berpotensi memicu fluktuasi harga energi global. Investor bersikap hati-hati menjelang pertemuan FOMC pekan depan terkait kebijakan suku bunga AS.
Dari sisi komoditas, harga minyak dunia ditutup variatif. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya tensi konflik di Selat Hormuz. Di sisi lain, ada harapan proses negosiasi perdamaian AS-Iran yang berlangsung di Pakistan.
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BRI Peduli Perkuat Peternak Sapi Perah di Malang, Produksi dan Nilai Tambah Susu...
- Prabowo Resmikan Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan Rp880 Mi...
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90