IHSG Diprediksi Melemah, BRI Danareksa Sarankan ‘Beli’ 2 Saham dan ‘Jual’ 2 Saham Ini
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi akan bergerak melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (20/6/2025). Hal itu disampaikan oleh Tim Anal...
Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham - saham berikut:
1.ENRG – BUY
Ditengah pelemahan IHSG yang signifikan, ENRG melonjak sebesar +6,59% dan bertahan diatas area resistance yang sebelumnya pernah ditembus. Dengan sentiment lonjakan harga minyak bumi, ENRG mempunyai potensi hingga resistancenya pada Rp380 – 400.
2.ESSA - BUY
Pergerakan saham ESSA cenderung bearish. Namun, terdapat pola ascending triangle yang mengindikasikan bullish dalam jangka pendek. Saat ini mampu bertahan diatas area supportnya dan mempunyai potensi untuk lanjut menguat menuju level resistance Rp739 – 780.
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun