IHSG Rebound, Tapi Tren Bearish Masih Menghantui! BRI Danareksa Rekomendasikan ‘Beli’ dan ‘Jual’ Saham-Saham Ini!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan rebound. Namun, meski ada penguatan, tren pasar masih cenderung bearish pada perdagangan saham Selas...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan rebound. Namun, meski ada penguatan, tren pasar masih cenderung bearish pada perdagangan saham Selasa (26/11/2024). Demikian dikemukakan oleh tim analis BRI Danareksa Sekuritas, dalam laporan riset yang dipublikasikan hari ini.
"Penguatan IHSG ini kemungkinan hanya sementara," ujar tim analis BRI Danareksa Sekuritas. Menurut mereka, IHSG saat ini sedang menguji level resistance di angka 7.328. Jika IHSG tidak mampu menembus level tersebut, potensi pembalikan arah bisa terjadi. Investor disarankan untuk selalu memantau level support dan resistance IHSG. Jika IHSG jatuh di bawah support 7.140, penurunan lebih dalam bisa terjadi. Sebaliknya, jika rebound berlanjut, resisten berikutnya berada di level 7.370 dan 7.450. “Waspadai penurunan lebih dalam jika harga turun di bawah support 7.140,” papar tim analis BRI Danareksa Sekuritas. Pada penutupan perdagangan hari Senin (25/11/2024), IHSG ditutup naik 118,54 poin atau 1,65% menjadi 7.314,11. Sebanyak 299 saham mencatatkan kenaikan, sementara 291 saham turun dan 200 saham stagnan. Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham - saham berikut: 1.BUKA – BUY Trend sideways, posisi harga mulai menguji demand zone. Tunggu konfirmasi harga breakout 123 untuk buy. Batasi kerugian jika harga turun di bawah support 115.2.PGAS – BUY Trend sideways, posisi harga mulai mendekati menguji 1570 dan berpotensi melanjutkan penguatan ke resisten berikutnya di 1700 jika berhasil breakout 1570. Waspadai potensi penurunan lebih dalam jika harga turun di bawah support 1470.
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Wall Street Menguat Tajam: S&P 500 dan Dow Jones Tembus Level Tertinggi Sepanjan...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- OJK Ungkap Transaksi Aset Kripto Juni 2026 Naik 24,20% Jadi Rp28,58 Triliun, Aku...
- OJK Ungkap Kredit Perbankan Capai Rp9.081 Triliun, Pengawasan Judi Online Makin...
- OJK Ungkap Kinerja Pasar Modal Juli 2026, IHSG Menguat 10,51%, Jumlah Investor T...
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Mayoritas Bursa Asia Menghijau, Kosdaq Melonjak 5,8% dan Kospi Naik 1,62%
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Wall Street Menguat Tajam: S&P 500 dan Dow Jones Tembus Level Tertinggi Sepanjan...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...