Suspensi Berakhir, BEI Buka Kembali Perdagangan Saham-Saham Ini
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali membuka perdagangan saham tiga perusahaan yang sebelumnya disuspend. Suspensi ini diberlakukan karena adanya lonjakan harga yang tajam. BEI...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali membuka perdagangan saham tiga perusahaan yang sebelumnya disuspend. Suspensi ini diberlakukan karena adanya lonjakan harga yang tajam. BEI ingin memberikan waktu bagi investor untuk lebih hati-hati dalam mengambil keputusan.
Emiten pertama yang diperdagangkan kembali adalah saham PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY). Suspensi terhadap saham ini diberlakukan pada 25 November 2024, setelah harga saham CLAY melonjak cukup signifikan.
Selain CLAY, saham PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) dan PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) juga kembali diperdagangkan setelah sempat disuspend. Suspensi untuk GPSO dimulai pada 6 November 2024, sementara saham RONY disuspend sejak 4 Oktober 2024.
Setelah melalui evaluasi, saham-saham tersebut akhirnya dibuka kembali pada 26 November 2024. โDengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham CLAY, GPSO dan RONY di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 26 November 2024,โ ujar Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (26/11/2024).
- Saham BAJA Kembali Diperdagangkan Hari Ini, BEI Cabut Suspensi
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Cek Rekomendasi BRI Danareksa Sekuritas: Beli TI...
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Saham BAJA Kembali Diperdagangkan Hari Ini, BEI Cabut Suspensi
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Cek Rekomendasi BRI Danareksa Sekuritas: Beli TI...
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Wall Street Menguat Tajam: S&P 500 dan Dow Jones Tembus Level Tertinggi Sepanjan...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Mayoritas Bursa Asia Menghijau, Kosdaq Melonjak 5,8% dan Kospi Naik 1,62%