Iran Klaim Tutup Selat Hormuz, AS Membantah, JD Vance Terbang ke Swiss
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) โ Ketegangan kembali memuncak di Selat Hormuz pada Sabtu (20/6/2026). Iran menyatakan telah menutup jalur pelayaran penting tersebut dan memperingatkan kapal-kapal untuk men...
Tim menambahkan, lalu lintas kapal terus mengalir. Pasukan AS memantau situasi guna memastikan hal ini tetap terjaga.
Presiden Donald Trump turut menanggapi situasi ini melalui unggahan di media sosial Truth Social. Trump menegaskan pemerintahannya menganggap selat tersebut tetap terbuka. Ia bahkan memberi sinyal AS bisa mengenakan biaya kepada kapal yang melintas jika kesepakatan final tidak tercapai dalam 60 hari.
โTidak akan ada tarif tol di Selat Hormuz selama 60 hari masa gencatan senjata. Tidak akan ada tarif tol setelah periode 60 hari berakhir, kecuali jika diberlakukan oleh dan untuk Amerika Serikat, jika kesepakatan tidak selesai,โ tulis Donald.
Upaya Iran menutup selat ini meningkatkan risiko menjelang pembicaraan di Swiss. Perundingan ini bertujuan mematangkan kesepakatan sementara yang dicapai Rabu lalu antara Trump dan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Kesepakatan tersebut mencakup penghentian aksi militer Israel di Lebanon dan pembukaan kembali selat tanpa tarif selama minimal 60 hari.
Sebelum terbang ke Swiss, Vance menyatakan harapannya untuk membuat kemajuan terkait isu nuklir dan gencatan senjata di Lebanon. Ia menilai situasi di Lebanon mulai menunjukkan perbaikan meski berita utama media terlihat mencekam.
- Disorot BEI Soal Volatilitas Saham, Ini Jawaban Resmi Manajemen MAIN
- Direktur TOTL Jual 750 Ribu Saham di Harga Rp1.160, Porsi Kepemilikan Susut
- Panorama (PANR) Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I 2026, Naik 16%
- Saham ALKA Masuk Daftar HSC BEI, 98,21% Dikuasai Sejumlah Pemegang Saham
- SSIA Balik Untung Rp262,6 Miliar di Semester I 2026, Pendapatan Melesat 58,4%
- Wall Street Menguat Tajam: S&P 500 dan Dow Jones Tembus Level Tertinggi Sepanjan...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Mayoritas Bursa Asia Menghijau, Kosdaq Melonjak 5,8% dan Kospi Naik 1,62%
- Disorot BEI Soal Volatilitas Saham, Ini Jawaban Resmi Manajemen MAIN
- Direktur TOTL Jual 750 Ribu Saham di Harga Rp1.160, Porsi Kepemilikan Susut
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...