Iran Klaim Tutup Selat Hormuz, AS Membantah, JD Vance Terbang ke Swiss
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) โ Ketegangan kembali memuncak di Selat Hormuz pada Sabtu (20/6/2026). Iran menyatakan telah menutup jalur pelayaran penting tersebut dan memperingatkan kapal-kapal untuk men...
โTerlepas dari berita utama yang ada, keadaan sebenarnya membaik di sana (Lebanon), dan segala sesuatunya sedikit melambat,โ kata Vance.
Vance menyebut diskusi teknis yang dipimpin Jared Kushner dan utusan khusus Steve Witkoff berjalan baik. Ia mengungkapkan volume pengiriman minyak justru melonjak tajam setelah adanya kesepakatan gencatan senjata.
โKami benar-benar mengeluarkan 16 juta barel minyak dari Selat Hormuz kemarin. Itu adalah rekor bahkan sebelum konflik dimulai,โ ungkap JD.
Fokus negosiator saat ini adalah mengamankan cadangan uranium Iran yang diperkaya. Tujuannya agar Iran tidak bisa membangun kembali program nuklirnya. Vance menekankan AS tetap memiliki kekuatan ekonomi yang besar jika Iran gagal mematuhi kesepakatan.
Di sisi lain, situasi kemanusiaan di Lebanon masih memprihatinkan. Serangan Israel di Lebanon selatan pada Sabtu pagi menewaskan sedikitnya 16 orang, termasuk dua anak-anak. Otoritas Lebanon melaporkan tujuh orang masih terjebak di bawah reruntuhan di wilayah Nabatiyeh dan desa-desa sekitarnya.
- Disorot BEI Soal Volatilitas Saham, Ini Jawaban Resmi Manajemen MAIN
- Direktur TOTL Jual 750 Ribu Saham di Harga Rp1.160, Porsi Kepemilikan Susut
- Panorama (PANR) Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I 2026, Naik 16%
- Saham ALKA Masuk Daftar HSC BEI, 98,21% Dikuasai Sejumlah Pemegang Saham
- SSIA Balik Untung Rp262,6 Miliar di Semester I 2026, Pendapatan Melesat 58,4%
- Wall Street Menguat Tajam: S&P 500 dan Dow Jones Tembus Level Tertinggi Sepanjan...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Mayoritas Bursa Asia Menghijau, Kosdaq Melonjak 5,8% dan Kospi Naik 1,62%
- Disorot BEI Soal Volatilitas Saham, Ini Jawaban Resmi Manajemen MAIN
- Direktur TOTL Jual 750 Ribu Saham di Harga Rp1.160, Porsi Kepemilikan Susut
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...