Iran Tolak Deeskalasi, Harga Emas Dunia Bertahan di Level USD 5.000
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) โ Harga emas dunia bergerak stabil pada akhir perdagangan Selasa (17/3/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (18/3/2026) WIB. Pelaku pasar terus memantau konflik Iran yang semaki...
Emas dianggap sebagai aset aman selama periode ketidakpastian dan inflasi. Namun, logam mulia ini menjadi kurang menarik dalam lingkungan suku bunga tinggi. Hal ini dikarenakan emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga bagi para pemegangnya.
Perang antara AS-Israel melawan Iran kini telah memasuki minggu ketiga. Konflik ini menyebabkan gangguan parah pada perdagangan energi global. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran pelaku pasar akan terjadinya lonjakan inflasi.
Israel mengklaim telah membunuh kepala keamanan Iran pada hari Selasa. Sementara itu, pejabat senior Iran menyatakan pemimpin tertinggi yang baru telah menolak tawaran deeskalasi dari mediator. Iran menuntut agar Israel dan AS terlebih dahulu berlutut.
The Fed diperkirakan akan mengumumkan keputusan suku bunga pada hari Rabu. Sebagian besar investor memprediksi bank sentral akan mempertahankan suku bunga tetap stabil. Harga minyak internasional pun tercatat naik lebih dari 1% pada hari yang sama.
Lembaga Commerzbank dalam catatannya menilai pertemuan The Fed kali ini mungkin tidak memberikan dorongan besar bagi emas. Ketidakpastian durasi perang dan gangguan pasokan minyak kemungkinan membuat The Fed bersikap lebih hati-hati.
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...