Kanada Ubah Haluan! Gandeng China, Tarif Mobil Listrik Dipangkas Drastis
STOCKWATCH.ID (OTTAWA) - Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, mengambil langkah berani dalam kebijakan luar negerinya. Ia resmi menyepakati perjanjian dagang baru dengan China pada hari Jumat. Langkah...
Di sisi lain, China akan memangkas tarif biji kanola Kanada menjadi sekitar 15% mulai 1 Maret, turun dari tarif saat ini sebesar 84%. Beijing juga berkomitmen menghapus tarif untuk bungkil kanola, lobster, kepiting, dan kacang polong setidaknya hingga akhir tahun.
Carney menilai hubungan Kanada dengan China kini menjadi lebih bisa diprediksi dibandingkan dengan AS di bawah pemerintahan Donald Trump. Ia menyebut Kanada sedang menata ulang posisinya.
"Kami sedang melakukan kalibrasi ulang hubungan dengan China secara strategis, pragmatis, dan tegas," tulis Carney dalam unggahan media sosialnya.
Reaksi di dalam negeri Kanada terbelah. Premier Saskatchewan, Scott Moe, menyambut baik kabar ini karena akan membantu petani di wilayahnya. Namun, Premier Ontario, Doug Ford, melontarkan kritik tajam karena khawatir akan dampaknya pada sektor otomotif lokal.
"Pemerintah mengundang banjir kendaraan listrik murah buatan China tanpa jaminan nyata atas investasi yang setara atau segera dalam ekonomi Kanada," tegas Ford.
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026