Kanada Ubah Haluan! Gandeng China, Tarif Mobil Listrik Dipangkas Drastis
STOCKWATCH.ID (OTTAWA) - Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, mengambil langkah berani dalam kebijakan luar negerinya. Ia resmi menyepakati perjanjian dagang baru dengan China pada hari Jumat. Langkah...
Sementara itu, kalangan ahli menilai langkah ini sebagai sinyal kemandirian Kanada. Eric Miller, penasihat perdagangan dari Rideau Potomac Strategy Group, menyebut Kanada tidak mau lagi sekadar menunggu nasib dari AS.
"Perdana Menteri pada dasarnya mengatakan Kanada juga memiliki kendali, dan tidak akan hanya duduk diam menunggu Amerika Serikat," kata Miller.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump justru memberikan respons positif. Meski perwakilan dagangnya menyebut kesepakatan ini bermasalah, Trump melihatnya sebagai hal yang wajar.
"Jika Anda bisa mendapatkan kesepakatan dengan China, Anda harus melakukannya," ujar Trump di Gedung Putih.
Vivek Astvansh, profesor bisnis dari McGill University, memprediksi dampak pasar yang signifikan. Dengan tarif rendah, sekitar 10% penjualan EV di Kanada diperkirakan akan dikuasai oleh produsen China. Hal ini tentu akan menekan produsen EV berbasis AS seperti Tesla yang juga ingin memperluas pasar di Kanada.
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- Perkuat Daya Saing UMKM, Bank BRI Sukses Bawa Tenun Troso KAINRATU Tembus Pasar...