Kenapa Saham PADI Masih Tertahan di Papan Pemantauan Khusus? Ini Penjelasan BEI
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Saham PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) masih tercatat di Papan Pemantauan Khusus Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 30 November 2023. Direktur Penilaian Perusahaan...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Saham PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) masih tercatat di Papan Pemantauan Khusus Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 30 November 2023.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan PADI masuk kategori ini karena tidak memenuhi kriteria minimum sesuai Peraturan I-X. โSaat ini PADI berada pada papan pemantauan khusus karena kriteria 1 sebagaimana diatur dalam ketentuan III.1.1. Peraturan Bursa Nomor I-X tentang Penempatan Pencatatan Efek Bersifat Ekuitas Pada Papan Pemantauan Khusus,โ ujarnya di Jakarta, Kamis (2/10/2025).
Ia merinci, selama tiga bulan terakhir harga rata-rata saham PADI berada di bawah Rp51. Nilai transaksi rata-rata harian juga kurang dari Rp5 juta. Sementara volume transaksi rata-rata harian tidak sampai 10.000 saham.
Namun, beberapa bulan terakhir harga PADI terlihat mulai naik. Pada perdagangan 1 Oktober 2025, saham PADI ditutup di level Rp81 per lembar. Harga ini naik 7 poin atau 9,46% dibanding penutupan sebelumnya di Rp74. Saham PADI dibuka di Rp75 per lembar, lalu sempat menyentuh level tertinggi harian di Rp81 dan terendah di Rp75.
Volume transaksi tercatat 34.571.600 lembar saham. Sepanjang 2025, PADI sudah sempat mencapai level tertinggi di Rp93 pada 16 September, sementara titik terendah terjadi pada 30 Januari di level Rp9. Dalam 52 minggu terakhir, harga sahamnya bergerak di rentang Rp8 hingga Rp97. Dengan pergerakan tersebut, kapitalisasi pasar PADI kini mencapai sekitar Rp915,88 miliar.
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026
- BRI Peduli Perkuat Peternak Sapi Perah di Malang, Produksi dan Nilai Tambah Susu...
- Prabowo Resmikan Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan Rp880 Mi...