Laba Indonesian Paradise (INPP) Anjlok 88% di 2025, Tertekan Beban dan Penurunan Nilai
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp49,82 miliar pada 2025. Angka ini merosot 88,08% dibandingkan realisasi tahun 2024 sebesa...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp49,82 miliar pada 2025. Angka ini merosot 88,08% dibandingkan realisasi tahun 2024 sebesar Rp418,07 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi per 31 Desember 2025 yang dipublikasikan Kamis (19/3/2026), penurunan laba terjadi meski pendapatan Perseroan meningkat signifikan. Pendapatan neto mencapai Rp1,74 triliun pada 2025, tumbuh 32,90% dari Rp1,31 triliun pada 2024.
ย Pendapatan ini ditopang oleh tiga sektor utama. Sektor perhotelan menyumbang Rp627,41 miliar. Sektor komersial memberikan kontribusi Rp542,54 miliar. Adapun sektor penjualan properti menyetor Rp527,40 miliar.
Penurunan laba bersih dipicu oleh lonjakan beban pokok pendapatan. Beban ini membengkak 65,13% menjadi Rp742,99 miliar pada 2025. Padahal, pada 2024 beban pokok pendapatan hanya Rp449,93 miliar. Dampaknya, laba bruto hanya tumbuh menjadi Rp997,63 miliar dari Rp859,73 miliar.
Di sisi operasional, beban penjualan dan pemasaran naik menjadi Rp93,52 miliar dari Rp84,04 miliar. Beban umum dan administrasi juga meningkat menjadi Rp577,12 miliar dari Rp496,91 miliar. Beban pajak final tercatat Rp69,08 miliar, naik dari Rp64,01 miliar.
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Poin Penting Aturan Demutualisasi Bursa Efek, Target Berlaku Kuartal...
- Maybank Indonesia (BNII) Resmi Akuisisi 51% Saham Maybank Asset Management, Segi...
- PEFINDO Turunkan Peringkat ADHI ke idBB, Pemicunya Kupon Obligasi
- BEI Buka Opsi Revisi Target IPO 2026, Ini Respons OJK
- MBMA Siapkan Rp651,68 Miliar untuk Lunasi Sukuk Jatuh Tempo Agustus 2026
- Laba PGEO Naik 15,48% Jadi USD79,61 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- KB Bank Siapkan Rp1,13 Triliun untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Poin Penting Aturan Demutualisasi Bursa Efek, Target Berlaku Kuartal...
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026
- Kabar Duka, Komisaris Independen BRMS Kanaka Puradiredja Meninggal Dunia
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...