Liburan Nataru 2024, Trafik Data XL Axiata Melesat 15%!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) mencatat lonjakan trafik data sepanjang liburan Natal dan Tahun Baru 2024 (Nataru). Dalam rentang 24 Desember 2023 hingga 2 Januari 2024, rata-ra...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) mencatat lonjakan trafik data sepanjang liburan Natal dan Tahun Baru 2024 (Nataru). Dalam rentang 24 Desember 2023 hingga 2 Januari 2024, rata-rata trafik layanan emiten berkode EXCL itu, melonjak 15% dari hari-hari biasa dan 19% dibandingkan Nataru tahun sebelumnya. Puncaknya terjadi pada malam tahun baru dengan kenaikan mencapai 90%.
Sebagaimana diperkirakan sebelumnya, layanan streaming menjadi primadona dengan meningkatnya mobilitas masyarakat di berbagai wilayah. I Gede Darmayusa, Direktur & Chief Teknologi Officer XL Axiata, menyatakan, sejak jauh-jauh hari, XL Axiata telah menyiapkan jaringan untuk melayani dan menjaga kenyamanan pelanggan selama libur panjang Natal dan Tahun Baru 2024.
โIni menjadi komitmen XL Axiata dalam menjaga kualitas layanan sepanjang libur panjang akhir tahun 2023, termasuk perayaan Natal dan pergantian tahun baru. Dan seperti yang kami prediksikan sebelumnya, ada kenaikan trafik data yang signifikan mengingat terjadi mobilitas masyarakat yang meningkat di berbagai wilayah untuk merayakan dan menikmati liburan Natal dan Tahun Baru,โ ujarnya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (5/1/2024).
Menurut Gede, peningkatan trafik data tidak hanya terjadi di perkotaan, namun juga di area pemukiman. Wilayah Jabodetabek dan beberapa kota besar mencatat kenaikan sekitar 15%. Adapun Kabupaten Cirebon memimpin dengan lonjakan 30%. Kota Surabaya dan Kabupaten Bogor juga menunjukkan pertumbuhan masing-masing sebesar 22% dan 18%.
Gede menyampaikan rasa syukur karena jaringan XL Axiata tetap prima selama periode liburan. Berbagai langkah antisipatif telah diambil, termasuk peningkatan kapasitas, pengerahan mobile BTS, dan kesiapan genset di area-area rawan bencana. Kesiapan untuk melakukan rekayasa pengalihan jaringan di area terganggu menjadi salah satu strategi untuk menjaga kelancaran layanan.
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- TransNusa Buka Rute Baru Lampung ke Kuala Lumpur dan Jakarta Mulai Agustus 2026
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...