Maybank Sekuritas Indonesia Bicara Tentang RAPBN 2025: Ini yang Perlu Diketahui!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Maybank Sekuritas Indonesia bicara tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 yang disusun oleh kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi). Maybank Seku...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Maybank Sekuritas Indonesia bicara tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 yang disusun oleh kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi). Maybank Sekuritas menilai, target pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5,2% YoYย realistis, meski lebih rendah dari target jangka panjang 7-8% yang sempat diusung saat kampanye.
Defisit anggaran sebesar 2,53% dari PDB menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas fiskal. Jeffrosenberg Chen Lim, Head of Research Maybank Sekuritas, menyebut peningkatan disiplin fiskal ini sebagai langkah positif.
Namun, penurunan target inflasi menjadi 2,5% dari 2,8% di 2024 bisa menjadi indikasi bahwa ekonomi tidak akan sekuat tahun sebelumnya. Jeffrosenberg menambahkan bahwa penurunan ini menarik untuk dicermati, terutama dengan kenaikan pajak penjualan dari 11% menjadi 12% mulai Januari mendatang.
Selain itu, kenaikan target yield obligasi 10 tahun menjadi 7,1% dari 6,7% di tahun sebelumnya menunjukkan kebutuhan refinancing utang yang lebih besar di 2025. Di sisi lain, peningkatan belanja militer yang signifikan mungkin akan memperkuat posisi Indonesia di Asia-Pasifik, namun tidak terlalu produktif bagi ekonomi domestik.
APBN 2025 juga merupakan anggaran transisi yang disusun oleh kabinet Jokowi untuk pemerintahan baru di bawah Prabowo. Oleh karena itu, revisi anggaran diperkirakan akan terjadi saat kabinet baru menetapkan kebijakan lebih lanjut. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bahwa alokasi belanja yang lebih rendah untuk beberapa kementerian mungkin hanya sementara dan bisa disesuaikan dengan rencana pemerintah baru.
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- BRI Peduli Perkuat Peternak Sapi Perah di Malang, Produksi dan Nilai Tambah Susu...
- Prabowo Resmikan Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan Rp880 Mi...
- BRI Bekali PMI di Taiwan dengan Literasi Keuangan dan Kewirausahaan, Siapkan Usa...
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas