Merdeka Gold (EMAS) Siapkan USD 7,2 Juta untuk Secondary Listing di Hong Kong
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) tengah bersiap memperluas jangkauan pasarnya ke level internasional. Perusahaan induk pertambangan emas ini berencana melakukan pencatata...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) tengah bersiap memperluas jangkauan pasarnya ke level internasional. Perusahaan induk pertambangan emas ini berencana melakukan pencatatan saham sekunder atau secondary listing di Bursa Efek Hong Kong (HKEX).
Langkah besar ini dimulai dengan penandatanganan Akta Pemberian Kuasa dan Asistensi pada 15 Juni 2026. Kesepakatan ini dibuat antara EMAS dengan para pemegang saham penjual. Proses ini melibatkan transaksi afiliasi karena beberapa penjual memiliki hubungan khusus dengan perusahaan.
Sekretaris Perusahaan EMAS, Adi Adriansyah Sjoekri, menyampaikan informasi ini dalam keterbukaan informasi di Jakarta, 17 Juni 2026. Adi menjelaskan, perusahaan memberikan dukungan penuh agar proses pencatatan di Hong Kong berjalan lancar.
Dukungan tersebut mencakup bantuan teknis, negosiasi, hingga pengurusan dokumen legal. Skema yang digunakan adalah penjualan saham dalam bentuk Hong Kong Depositary Receipts (HDR). Skema HDR dipilih karena aturan bursa Indonesia mewajibkan perusahaan tercatat mencatatkan seluruh sahamnya di dalam negeri.
"Perseroan berpendapat, dibandingkan dengan mencatatkan sahamnya secara langsung di HKEX, pencatatan sekunder dalam bentuk HDR akan lebih sesuai dan patut dilakukan," tulis manajemen dalam dokumen tersebut dikutip Rabu (17//6/2026).
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026