Minyak Menguat dalam Sepekan, Dipicu Sanksi Iran dan Rencana OPEC+ Kendalikan Produksi
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak mentah dunia naik pada penutupan perdagangan Jumat (21/3/2025) waktu setempat atau Sabtu pagi (22/3/2025) WIB. Harga komoditas ini menutup pekan kedua berturut-t...
Selain sanksi Iran, kebijakan baru OPEC+ juga mendukung kenaikan harga minyak. OPEC+ mengumumkan rencana pemangkasan produksi bagi tujuh anggotanya untuk mengimbangi kelebihan produksi yang terjadi. Rencana ini mencakup pengurangan antara 189.000 hingga 435.000 barel per hari dan akan berlangsung hingga Juni 2026.
Amena Bakr, Kepala Energi Timur Tengah di Kpler, menyatakan bahwa langkah ini akan menyeimbangkan tambahan pasokan yang sebelumnya diumumkan OPEC+. Sebelumnya, OPEC+ telah memastikan bahwa delapan anggotanya akan mulai meningkatkan produksi sebesar 138.000 barel per hari mulai April, setelah serangkaian pemangkasan produksi sejak 2022.
- 1
- 2
- IHSG Ditutup Melemah Tipis 0,03% ke Level 6.234,497, Transaksi Saham Tembus Rp14...
- PANI Cetak Rekor Laba Rp1,7 Triliun, Melonjak 484% di Semester I 2026
- Transformasi Digital dan AI Bawa Laba Bank Neo Commerce Naik ke Rp294,85 Miliar...
- Kinerja HRTA Melesat pada Semester I2026, Penjualan Emas Tercatat 13 Ton
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- IHSG Ditutup Melemah Tipis 0,03% ke Level 6.234,497, Transaksi Saham Tembus Rp14...
- Direktur WGSH Moch Sajoang Resmi Mundur, Efektif per 31 Juli 2026
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten