Wow! Pefindo Prediksi Penerbitan Surat Utang 2025 Tembus Rp155 Triliun!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memproyeksikan penerbitan baru surat utang pada tahun 2025 berkisar antara Rp139-Rp155 triliun, dengan titik tengah sebesar Rp144 tril...
Di sisi lain, risiko geopolitik tetap menjadi perhatian. Konflik global yang belum mereda berpotensi meningkatkan volatilitas pasar dan memperbesar premi risiko. Fluktuasi nilai tukar juga bisa terjadi, terutama jika pelonggaran moneter di negara maju, seperti Amerika Serikat, berlangsung lebih lambat akibat ekonomi yang masih kuat dan risiko inflasi yang tinggi.
Pefindo juga menyoroti yield surat utang yang sulit turun karena rencana penerbitan surat utang pemerintah yang lebih besar. Persaingan dengan instrumen lain, seperti SRBI dan SUN, bisa memengaruhi daya serap penerbitan surat utang korporasi.
Selain itu, investor cenderung selektif, khususnya terhadap obligasi dengan peringkat tertentu seperti BBB dan sektor-sektor tertentu. Hal ini dapat membatasi ruang gerak penerbitan surat utang dari kategori tersebut.
"Meski ada tantangan, peluang tetap terbuka, terutama dengan kondisi ekonomi domestik yang kondusif," tutup Irmawati (*/yan)
- 1
- 2
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...