Pemerintah Suntik Modal Jumbo Garuda Indonesia Rp23,6 Triliun, Demi Hindari Delisting 2026?
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) akan menambah modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement senilai Rp23,67 triliun. Dalam aksi korp...
PMTHMETD ini diharapkan dapat memperbaiki ekuitas konsolidasi, memperkuat likuiditas, dan mendukung keberlangsungan usaha Perseroan.
Dony menjelaskan, dana berasal dari setoran tunai sebesar Rp17,02 triliun dan konversi pinjaman pemegang saham sebesar Rp6,65 triliun. โDana hasil PMTHMETD akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan usaha dan memperbaiki posisi keuangan perseroan,โ imbuhnya.
Sekitar 37% dari dana digunakan untuk modal kerja dan operasional, termasuk biaya perawatan serta perbaikan pesawat. Perawatan dilakukan oleh GMF dan/atau MRO lain sesuai perjanjian. Sisanya, 63% atau sekitar Rp14,96 triliun, dialokasikan untuk peningkatan modal anak usaha, PT Citilink Indonesia.
Citilink akan memakai dana ini untuk modal kerja dan pelunasan utang bahan bakar ke PT Pertamina (Persero) senilai US$225 juta. Langkah ini diharapkan memperkuat posisi keuangan Citilink sekaligus menjaga konektivitas udara nasional.
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...