Pendapatan dan Laba Summarecon (SMRA) Kompak Turun di Semester I 2025, Ini Penyebabnya
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Kinerja pendapatan maupun laba PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mengalami penurunan pada enam bulan pertama 2025. Penurunan kinerja SMRA tersebut disebabkan antara lain oleh ke...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Kinerja pendapatan maupun laba PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mengalami penurunan pada enam bulan pertama 2025. Penurunan kinerja SMRA tersebut disebabkan antara lain oleh kenaikan beban penjualan, beban umum dan administrasi, beban operasi, serta biaya keuangan.
Menurut laporan keuangan SMRA per Juni 2025 yang diumumkan, Selasa 9 September 2025, pendapatan bersih tercatat turun 19,25% menjadi Rp4,58 triliun pada semester I 2025, dariย Rp5,67 triliun pada periode sama 2024.
Pendapatan SMRA semester I 2025 didominasi oleh penjualan properti ke pihak ketiga yang meliputi, rumah, bangunan komersial, apartemen, dan kapling yakni ย ย sebesar Rp2,97 triliun. Namun, jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 28,91% dibanding Rp4,17 triliun pada semester I 2024.
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun