Perang Pecah di Timur Tengah, RI Siap Mediasi dan Presiden Bersedia ke Teheran
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Pemerintah Indonesia menyatakan keprihatinan mendalam atas pecahnya konflik militer di Timur Tengah. Eskalasi besar terjadi setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarka...
Kemenlu RI menilai situasi ini sangat berbahaya. Peningkatan ketegangan berpotensi mengganggu stabilitas kawasan. Hal ini juga mengancam perdamaian dan keamanan global secara luas.
"Indonesia sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran," tulis pernyataan resmi Kemenlu RI.
Terkait keselamatan warga negara, pemerintah memberikan imbauan khusus. Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah terdampak diminta tetap tenang. Mereka diharapkan selalu waspada dan mengikuti arahan otoritas setempat.
WNI wajib menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat. Langkah ini penting untuk memastikan perlindungan bagi seluruh warga di zona konflik.
"Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," ungkap akun resmi Kemenlu RI.
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)