BEI: Transparansi Saham HSC Bakal Dongkrak Kepercayaan Investor Global
STOCKWATCH.ID, Jakarta โ Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai pengumuman daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration/HSC) akan memberikan dampak positif. Langkah...
"Ini adalah informasi yang netral dari regulator, bukan sanksi. Kita mengeluarkan ini untuk investor dapat memperhatikan," kata Nyoman.
Meskipun bersifat netral, emiten yang masuk dalam daftar tersebut memegang tanggung jawab besar. Mereka wajib melakukan tindakan korporasi untuk menyebarkan struktur kepemilikan saham. Tujuannya agar porsi kepemilikan publik menjadi lebih proporsional dan tidak terkonsentrasi pada segelintir pihak.
BEI meminta perusahaan-perusahaan tersebut proaktif menyampaikan langkah yang telah diambil. Jika struktur kepemilikan sudah tidak lagi terkonsentrasi sesuai metodologi bursa, status HSC akan dicabut. Nyoman mengungkapkan saat ini sudah ada beberapa emiten yang mulai berkonsultasi dengan BEI.
"Beberapa sudah bertemu dengan kita. Tentu harapan kita mereka melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan sehingga nanti struktur kepemilikan tidak terkonsentrasi," pungkasnya.
- Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan Usai Jual 652 Ribu Saham
- IHSG Sesi I Menguat 0,69%, 436 Saham Berada di Zona Hijau
- Disorot BEI Soal Volatilitas Saham, Ini Jawaban Resmi Manajemen MAIN
- Direktur TOTL Jual 750 Ribu Saham di Harga Rp1.160, Porsi Kepemilikan Susut
- Panorama (PANR) Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I 2026, Naik 16%
- Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan Usai Jual 652 Ribu Saham
- IHSG Sesi I Menguat 0,69%, 436 Saham Berada di Zona Hijau
- Disorot BEI Soal Volatilitas Saham, Ini Jawaban Resmi Manajemen MAIN
- Panorama (PANR) Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I 2026, Naik 16%
- SSIA Balik Untung Rp262,6 Miliar di Semester I 2026, Pendapatan Melesat 58,4%
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...