Bursa Saham Eropa Tertekan Gara-Gara Inflasi AS Naik Di Luar Perkiraan
STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa Saham Eropa mengalami tekanan berat pada penutupan perdagangan hari Kamis (10/10/2024) waktu setempat. ini dipicu oleh data inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dar...
Sementara itu, saham GSK, perusahaan farmasi asal Inggris, mengalami lonjakan 3,2%. Kenaikan ini terjadi setelah GSK mencapai kesepakatan untuk membayar hingga US$2,2 miliar guna menyelesaikan gugatan di Amerika Serikat terkait obat asam lambung Zantac.
Kabar dari Jerman juga memberikan tekanan tambahan pada pasar Eropa. Pemerintah Jerman memperkirakan negara tersebut akan mengalami resesi selama dua tahun berturut-turut, sesuatu yang belum pernah terjadi dalam dua dekade terakhir. Kekhawatiran resesi ini menambah ketidakpastian di tengah inflasi yang membandel di AS.
Mayoritas anggota rapat Federal Reserve mendukung pemangkasan suku bunga yang lebih besar untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah inflasi yang terus meningkat.
- 1
- 2
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Wall Street Menguat Tajam: S&P 500 dan Dow Jones Tembus Level Tertinggi Sepanjan...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Mayoritas Bursa Asia Menghijau, Kosdaq Melonjak 5,8% dan Kospi Naik 1,62%
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...